SEKILAS INFO
: - Jumat, 07-10-2022
  • 2 bulan yang lalu / Follow media sosial kami di Instagram: @smpn_2pakem | Facebook: Padmagiri | Youtube: SMP2Pakem Canel.
  • 4 bulan yang lalu / Selamat datang di SMP Negeri 2 Pakem Sleman Yogyakarta. Sekolah Berbasis Wisata.
Manfaat Daun Sintrong

Sintrong adalah merupakan salah satu tumbuhan yang ada di SMP Negeri 2 Pakem.  Tanaman yang semula dianggap rumput liar ini memiliki rasa yang segar mirip daun mint. Selain enak dimakan, ternyata daun sintrong juga sehat.

Pasalnya daun yang bernama latin  Crassocephalum crepidioides ini kaya akan kandungan senyawa dan nutrisi yang berguna untuk menunjang kesehatan. Selain itu kandungan senyawa tersebut mampu mengatasi berbagai penyakit. Itulah sebabnya daun sintrong juga kerap dijadikan obat tradisional atau herbal. Daun sintrong banyak tumbuh di berbagai daerah di tanah air. Itulah sebabnya tanaman ini mempunyai beragam nama, seperti jambrong, balastrong, tespong, sawi rusa, jebung dan lainnya. Sintrong memiliki tekstur empuk, dan batangnya yang lunak. Aromanya yang segar dan rasanya yang cenderung netral membuat semua orang menyukai daun sintrong.

Di balik rasanya yang segar dan enak, daun sintrong memberikan manfaat yang sangat besar terhadap kehidupan manusia. Baik untuk kesehatan, kecantikan, herbal ataupun minuman segar ( teh ). Beberapa manfaat daun sintrong antara lain :

1.. Sistem Peredaran Darah

◉    Membantu dan meningkatkan pembekuan darah

◉    Menurunkan resiko terjadinya anemia

◉    Melancarkan peredaran darah

◉    Mencegah penyumbatan pembuluh darah

◉    Menyeimbangkan tingkat keasaman darah

◉    Memperkuat produksi hemoglobin

◉    Meminimalkan hipertensi

◉    Memerangi penyakit gagal jantung kongestif

2.  Sistem Integumen (Kulit, Rambut, Kuku, dsb)

◉   Mencegah terjadinya kering serta pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan

◉    Meningkatkan dan menjaga kesehatan kulit

◉    Mencegah penuaan dini (keriput di wajah akibat penuaan)

◉    Memulihkan kesehatan rambut

3. Sistem Reproduksi dan Bayi

◉    Mengatasi dan mencegah resiko gejala premenstrual syndrome (PMS)

◉    Membantu perkembangan janin

◉    Mencegah terjadinya pre-eklampsia pada ibu hamil

◉    Meredakan nyeri haid

◉    Salah satu pengatur keseimbangan hormon untuk kesehatan reproduksi

◉    Mencegah keluhan saat menopause

◉    Mencegah resiko penyusutan tulang selama hamil dan menyusui

◉    Baik untuk ibu hamil

◉    Mengembalikan gairah seks yang menurun/melemah

4. Sistem Saraf dan Otak

◉    Mengurangi rasa sakit

◉    Mengaktifkan saraf

◉    Memberikan manfaat neurologis

◉    Meningkatkan fungsi otak

◉    Menyembuhkan sakit kepala, migrain

◉    Obat penenang alami yang menenangkan sistem saraf

5. Tulang (Sistem Rangka)

◉    Menyehatkan tulang

◉    Membantu pertumbuhan tulang

◉    Mencegah kram, sakit pinggang, wasir, dan rematik

◉    Meminimalkan osteoporosis (keropos tulang)

◉    Meminimalkan resiko terjadinya peradangan osteoarthritis (radang sendi lutut)

6. Sistem Ekskresi dan Urinaria

◉    Mendukung kerja ginjal dalam menyaring zat sisa makanan

◉    Mengurangi resiko terbentuknya batu ginjal

◉    Mempertahankan keseimbangan asam-basa (ph) dalam tubuh

7. Kelenjar, Hormon, Enzim

◉    Menjadi kofaktor beberapa jenis enzim (membantu kerja enzim)

8. Mulut dan Gigi

◉    Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi

◉    Menopang pembentukan air liur di rongga mulut

◉    Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan gigi

◉    Menunjang kesehatan gigi

9. Sistem Kekebalan Tubuh

◉    Meningkatkan sistem imun

◉    Bertindak sebagai antioksidan

◉    Menangkal berbagai radikal bebas yang bisa menimbulkan kerusakan oksidatif di dalam tubuh

10. Sistem Otot

◉    Mengatur kontraksi otot dan detak jantung

◉    Mencegah terjadinya kram otot

◉    Memperkuat dan melenturkan otot

◉    Membantu pemanfaatan/penggunaan protein untuk pertumbuhan dan perbaikan sel

11. Sistem Pencernaan

◉    Menjaga kesehatan pencernaan

◉    Meminimalkan resiko kanker, terutama kanker usus besar

12. Sistem Pernafasan

◉    Mengurangi resiko asma

◉    Meminimalkan resiko terjadinya gangguan pernafasan

13. Sistem Pernafasan

◉    Mengurangi resiko asma

◉    Meminimalkan resiko terjadinya gangguan pernafasan


Bagaimana Cara Mengkonsumsi Daun Sintrong?


 

  1. Diolah menjadi makanan

Antara lain :

    • Daun dan batang Sintrong yang berlendir dan berdaging umumnya dimakan sebagai sayuran atau bisa disebut sebagai  lalapan,
    • Diolah menjadi sup ataupun semur. Pertama daun Sintrong yang    telah dibersihkan direbus dengan air secukupnya, kemudian ditambahkan dengan lada, bawang, tomatmelon, dan ikan atau daging.
    • Daun Sintrong diolah menjadi saus pasta dengan cara ditumbuk.
    • Umbi dari tanaman Sintrong dijadikan makanan yang dimakan dengan saus sambal.
    • Daun Sintrong umumnya dikonsumsi sebagai salad, baik setelah dimasak maupun dalam masih keadaan mentah.

 

2. Diolah minuman

Daun sintrong dapat diolah menjadi teh segar yang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh kita. Cara Membuat teh daun sintrong adalah :

    1. Alat dan Bahan

            Untuk membuat teh daun sintrong,maka bahan yang dibutuhkan adalah :

–       beberapa lembar daun sintrong segar ( 15-30 gram )

–       belanga untuk merebus

–      300 ml Air

    1. Cara Membuat

           –       cuci bersih daun sintrong

           –       tuang air dalam belanga , masukkan daun sintrong

           –       rebus hingga mendidih

           –       tuangkan dalam gelas, tunggu sampai hangat

 –       teh daun sintrong siap untuk dinikmati ( lebih nikmat apabila  ditambah dengan madu )

 (Kelas : Goa Jepang (7D))

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMP Negeri 2 Pakem

NPSN : 20401031

Jl. Kaliurang , Km.20
KEC. Pakem
KAB. Sleman
PROV. D.I. Yogyakarta
KODE POS 55582
TELEPON (0274) 895509
FAX 0723-1234567
EMAIL smp2pakem@gmail.com